Langsung ke konten utama

Ikatan Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan mempunyai ikatan yang sangat kuat, dimana manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan dan saling terikat. Manusia membutuhkan kebudayaan dan begitu pula kebudayaan membutuhkan manusia. Hubungan manusia dan kebudayaan adalah hubungan yang akan selalu ada dalam kehidupan di dunia. Di dunia ini, manusia dan kebudayaan akan selalu terhubung satu sama lain. Ikatan di antara manusia dan kebudayaan sangat dibutuhkan dalam kehidupan, karena dalam kehidupan manusia adalah objek yang menciptakan kebudayaan. Manusia menciptakan kebudayaan sebagai aturan untuk mereka patuhi dalam kehidupan. Dan kebudayaan hal yang akan selalu menahan manusia dan membuat manusia tidak boleh melanggar aturan yang mereka buat.
Ikatan manusia dan kehidupan akan terus berlangsung sepanjang kehidupan. Karena kebudayaan akan terus ada sepanjang kehidupan sebagai aturan yang harus dipatuhi dalam kehidupan manusia. Fungsi kebudayaan dalam kehidupan manusia adalah sebagai aturan tidak tertulis yang akan menahan manusia dalam melakukan hal-hal yang tidak baik. Kebudayaan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena bila tidak ada kebudayaan maka tidak ada aturan yang akan membatasi tingkah laku manusia dalam hidup. Sebagai contoh, bila seseorang ingin melakukan sesuatu ia akan berpikir tentang kebudayaan di sekitarnya dan berpikir ulang untuk melakukan hal itu bila melanggar norma kebudayaan yang berlaku dalam lingkungannya.
Contoh sederhana kebudayaan dalam kehidupan yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu, manusia membuat peraturan bagi dirinya sendiri untuk selalu membersihkan rumahnya setiap hari, peraturan itu adalah peraturan yang dibuat oleh diri manusia sendiri tidak ada yang menyuruh manusia melakukan hal itu. Tetapi, manusia membuat peraturan itu untuk dirinya sendiri sebagai aturan dalam kehidupannya agar rumahnya akan selalu dalam keadaan yang bersih, dan manusia terus melakukannya dan tidak melanggar aturan yang sudah dia buat dan dijadikan kebudayaan dalam hidupnya. 

Sumber : http://rachmaulida.blogspot.com/2015/03/ikatan-manusia-dan-kebudayaan.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH MANAJEMEN SUATU PERUSAHAAN

MAKALAH MANAJEMEN SUATU PERUSAHAAN PT. PRAMONO IRINDO JAYA                       Disusun Oleh : Nama                : Fiqi Aris Supriatna NPM                 : 24414240 Kelas                : 4IC02 FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS GUNADARMA 2017 KATA PENGANTAR Alhamdulillahi Robbil Alamin puji Syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sehingga saya bisa menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Gambaran manajemen dalam perusahaan” dalam Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari dosen saya Sholawat dirangkai salam kami limpahkan keharibaan baginda a...

PENGARUH STRUKTUR ORGANISASI DAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pengambilan keputusan merupakan awal aktivitas organisasi, yang menyangkut masa depan (Syamsi, 1995). Mengambil keputusan merupakan bagian dari proses mempertimbangkan, memahami, mengingat dan menalar tentang segala sesuatu (Dahlan, 2005). Keputusan diambil dengan mengetahui dan merumuskan masalah dengan jelas, kemudian pemecahan masalah tersebut harus didasarkan pemilihan alternatif keputusan terbaik (Syamsi, 1995). Dengan demikian pengambilan keputusan melakukan perbandingan atas beberapa alternatif dan melakukan evaluasi terhadap manfaatnya (Yustina, 2007). Pengambilan keputusan merupakan pekerjaan yang paling penting bagi manajer dan penuh resiko karena keputusan yang salah dapat merugikan bisnis (Yustina, 2007). Lebih lanjut Newman, (2007) menambahkan bahwa keputusan yang dibuat para decision makers dapat memiliki resiko serta ketidak pastian yang tinggi tanpa adanya jaminan keberhasilan keputusan yang dibuat, dalam kenyataan terka...

Sosok Bima / Bimasena

Bima atau Bimasena adalah seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia merupakan putra Kunti, dan dikenal sebagai tokoh Pandawa yang kuat, gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh dan jujur, serta menganggap semua orang sama derajatnya, sehingga dia digambarkan tidak pernah menggunakan bahasa halus (krama inggil) atau pun duduk di depan lawan bicaranya. Bima melakukan kedua hal ini (bicara dengan bahasa krama inggil dan duduk) hanya ketika menjadi seorang resi dalam lakon Bima Suci, dan ketika dia bertemu dengan Dewaruci. Ia mahir bermain gada, serta memiliki berbagai macam senjata, antara lain: Kuku Pancanaka, Gada Rujakpala, Alugara, Bargawa (kapak besar), dan Bargawasta. Sedangkan jenis ajian yang dimilikinya antara lain: Aji Bandungbandawasa, Aji Ketuglindhu, Aji Bayubraja dan Aji Blabak Pangantol-antol. Bima juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu: Gelung Pudaksategal, Pupuk Jarot Asem, Sumping Surengpati, Kelatbahu Candrakirana, i...